"Saya menginginkan rumah tahfiz berkembang hingga pelosok desa dan kawasan permukiman guna mencetak SDM yang memiliki keimanan dan ketakwaan yang tinggi kepada Allah SWT serta membebaskan masyarakat Sumsel dari buta huruf Al Quran," kata Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru di Palembang, Kamis.

Dia mengatakan bahwa pendirian rumah tahfiz dan penyediaan layanan pembelajaran Al Quran di masjid-masjid hingga di perdesaan dibutuhkan untuk mewujudkan masyarakat Muslim yang bebas buta huruf Al Quran.

"Tidak mungkin bisa didirikan Pemprov Sumsel sendirian rumah tahfiz hingga ke pelosok desa dan kawasan permukiman penduduk, karena kami memiliki keterbatasan dana dan personel," katanya.

Oleh karena itu, ia mengatakan, pemerintah provinsi berkolaborasi dengan organisasi-organisasi masyarakat dan keagamaan untuk memperbanyak rumah tahfiz dan fasilitas pembelajaran Al Quran.

"Saya terus berupaya melibatkan banyak pihak untuk mewujudkan bebas buta huruf Al-Quran," katanya.

Ia menambahkan, setelah menggandeng Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) di 17 kabupaten/kota pemerintah provinsi akan menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan Islam dan kelompok masyarakat lainnya.

Sementara itu, Ketua Umum Lembaga Pembinaan Rumah Tahfiz (LPRT) Sumatera Selatan HM Mudholal menjelaskan bahwa lembaganya mendukung upaya pemerintah provinsi mengembangkan rumah tahfiz dan fasilitas pembelajaran Al Quran.

Menurut dia, saat ini sudah ada sekitar 4.000 rumah tahfiz yang menyelenggarakan kegiatan pendidikan agama Islam dan hafalan Al Quran di wilayah Sumatera Selatan.

Dia mengatakan bahwa perbanyakan jumlah rumah tahfiz perlu disertai dengan penerapan standar pendidikan serta peningkatan pembinaan.